Home » » Khedira Tak Masalah Jarang Dapat Sorotan

Khedira Tak Masalah Jarang Dapat Sorotan

Written By test on Minggu, 23 Juni 2013 | 08.36

51225


MADRID - Selama berkarier di Real Madrid dan tim nasional Jerman, Sami Khedira (26) tak begitu banyak mendapat sorotan dari publik dan media, meskipun ia termasuk pilar penting di lapangan tengah. Saat Khedira dan kompatriotnya Mesut Oezil (24) bergabung ke Real Madrid tahun 2010, perhatian publik terarah pada Oezil. Sementara saat kritikus hendak membahas keseimbangan lapangan tengah, Xabi Alonso-lah yang menjadi fokus utama.


"Aku mengerti bahwa sorotan selalu mengarah pada Cristiano Ronaldo, Oezil dan Karim Benzema. Hal tersebut wajar, mereka adalah seniman yang punya trik dan teknik sepak bola luar biasa. Di Real Madrid, kami memiliki skuad luar biasa dengan dengan penyerang terbaik di dunia, tapi yang lebih penting kami harus memenangi (perebutan) bola terlebih dulu," tutur Khedira dalam wawancara dengan majalah Liga Champions, Champions Matchday.


Kata-kata Khedira tersebut merupakan refleksinya selama menjadi pesepak bola profesional. Pada pertandingan fase grup melawan Borussia Dortmund, Khedira harus ditarik akibat cedera, padahal pertandingan baru berlangsung 20 menit. Dalam pertandingan di Signal Iduna Park, Dortmund tersebut, Madrid kalah 2-1. Saat kedua klub bersua lagi di Santiago Bernabeu, Khedira juga absen dan pertandingan berakhir 2-2. Dalam laga tersebut Xabi Alonso terlihat kesulitan mengarahkan permainan Madrid karena ia harus bermain lebih ke dalam dan tak punya banyak waktu mendistribusikan bola.


Ketika diminta mendeskripsikan keunggulannya dibanding pemain lain, Khedira mengatakan, "Aku bisa diandalkan, kuat dan punya keinginan besar untuk menang, Saat awal-awal bermain sepak bola, aku mencontoh Patrick Vieira. Ia sangat terlibat dalam pergerakan di lini depan, kuat dalam bertahan, banyak berlari, agresif dan punya skill yang sangat bagus."


Untuk saat ini, Khedira menilai dirinya telah berkembang menjadi yang jauh lebih baik dibanding saat mengawali kariernya. Menurutnya, itu merupakan hasil pembinaan pelatih Jose Mourinho.


"Pada masa-masa awal bermain untuk Madrid, aku punya peran sebagai gelandang bertahan. Namun, Jose Mourinho tahu bahwa di tim nasional aku mendapatkan peran lebih menyerang. Aku sering terlalu impulsif dan itu mempengaruhi permainanku. Mourinho lalu memintaku untuk sedikit menahan diri, bermain lebih cerdas dan berpikir lebih jernih. Aku dulu berpikir saya harus habis-habisan menolong tim, tapi sekarang aku bermain dengan lebih tenang. Mourinho telah membuatku berpikir secara lebih strageis. Dia adalah salah satu pelatih terbaik dan terbaik buatku. Ia melihat kekuatan pada tiap pemain dan ingin memaksimalkannya."


Bersama Mourinho dan Real Madrid, Khedira akan tampil di semifinal Liga Champions menghadapi wakil Jerman Borussia Dortmund. Menurut Khedira, trofi Liga Champions adalah target utama Madrid.


"Ketika baru bergabung dengan Madrid, semua orang berbicara soal Decima (gelar kesepuluh). Karena saat itu saya tak bisa berbahasa Spanyol, saya tak tahu apa artinya. Butuh sedikit waktu bagi saya untuk mengerti, tapi di Madrid Decima adalah segalanya," jelas Khedira.


"Liga Champions bukanlah tekanan buat kami, itu tujuan kami. Di tim ini ada hasrat untuk menang. Hanya Iker Casillas yang pernah merasakan satu dari sembilan gelar Liga Champions milik Madrid. Tekanan selalu ada di Madrid, dan kami sudah terbiasa. Saya ingin mendapatkan trofi - itu tujuan utama sejak awal karir - dan tekanan bukanlah masalah. Daripada menjadi beban, saya lebih menganggap tekanan sebagai sebuah motivasi," pungkas Khedira.

Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2010 - 2013. TAMORA SPORT - All Rights Reserved.
Hosting by : Blogger - Nazuka.net
Template inspired by detikcom
Editing by TamoraNetwork