Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum memberikan penghargaan berupa uang senilai Rp 200 juta kepada atlet binaan mereka yang juga pemain pelatnas, Tontowi Ahmad.
Bonus tersebut (berupa deposito plus TV LED) diperuntukkan Tontowi berkat keberhasilannya menjuarai nomor ganda campuran bersama Lilyana Natsir di ajang All England tahun ini, bulan Maret lalu.
Penghargaan tersebut diterima Owi -- sapaannya -– di rumahnya di Desa Selandaka, Kecamatan Sumpiuh, Banyumas, Jawa Tengah, disaksikan ratusan warga tetangganya.
"Nggak nyangka bisa mendapat penghargaan di rumah saya yang ada di kota kecil. Penghargaan ini saya berikan juga untuk kedua orangtua saya yang sudah berjasa," ujar pemain berusia 25 tahun itu.
"Jujur saya tidak menyangka, warga kampung dan masyarakat Banyumas bisa datang seramai ini untuk melihat pemberian penghargaan ini," sambungnya.
Sementara itu ayah Owi, yaitu Ahmad Khusni, mengatakan bahwa bulutangkis sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarganya. Bakat dan minat menekuni bulutangkis putranya menurun dari sang kakek yang memang menggilai bulutangkis.
"Saya mohon doanya kepada semuanya, semoga Tontowi bisa terus mengukir prestasi yang lebih baik lagi," ucap Khusni.
Menurut Yoppy Rosimin, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, pemberian penghargaan tersebut merupakan wujud komitnmen pihaknya terhadap pemain yang telah mengukir prestasi dunia.
"Pemberian penghargaan ini merupakan wujud nyata dari PB Djarum yang menaruh kepedulian dan dukungan prestasi bulutangkis Indonesia," tukas dia saat menyerahkan penghargaan di rumah Tantowi.
Selain memberikan penghargaan kepada Tontowi, PB Djarum juga meresmikan lapangan bulutangkis yang tepat berada di depan rumah Tantowi.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Banyumas, Achmad Husain, yang datang ke kediaman Owi, tidak menyangka jika di Banyumas terdapat atlet nasional bahkan Internasional yang berbakat.
"Saya baru tahu Tontowi orang Selandaka, bisa jadi juara bulutankis. Dulu latihannya di mana?" tanya Husain dalam bahasa Banyumas.
Dijawab Owi: "Di Kemranjen, Pak, saya latihannya.
Husain kemudian meminta agar masyarakat Banyumas dapat menjadikan Tontowi ini sebagai contoh. "Sudah ada contoh, yang rajin latihan hasilnya kayak gini. Untuk masyarakat Selandakan dan Banyumas, orang rajin akan ada hasilnya seperti Mas Taontowi ini," kata dia didepan ratusan warga.
Setelah meresmikan lapangan bulutangkis di depan rumahnya, Tontowi menjadi artis dadakan setelah ratusan warga dari mulai anak-anak hingga ibu-ibu meminta berfoto bersama.
Posting Komentar